Senin, 21 Oktober 2013

Sinar Lampu LED Merusak Retina Mata?

Lampu LED yang dianggap lebih ramah lingkungan ternyata bisa menyebabkan kerusakan sel-sel pada retina mata.

Lampu LED merupakan salah satu inovasi dalam dunia penerangan karena sangat hemat listrik dan menggunakan energi 85 persen lebih rendah dibanding lampu-lampu di era 10 tahun silam.

Penggunaan lampu tersebut juga tak terbatas untuk penerangan, tetapi juga dipakai di ponsel, televisi, dan layar komputer.

Namun ternyata, penggunaan lampu hemat energi tersebut menimbulkan efek samping negatif pada kesehatan. Dalam studi yang dilakukan Dr Celia Sanchez-Ramos dari Universitas Madrid, diketahui bahwa konsumen mengalami gejala sakit kepala dan gatal-gatal di kulit setelah terpapar sinar lampu LED.

Sanchez-Ramos mengatakan, paparan sinar lampu dalam waktu yang lama bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada retina. Padahal retina disusun oleh jutaan sel peka cahaya dan banyak rangkaian saraf, yang menangkap semua gambaran yang difokuskan kornea dan lensa mata.

"Masalah ini menjadi lebih besar karena usia harapan hidup manusia semakin panjang dan anak-anak sudah terpapar peralatan elektronik sejak usia sangat muda," katanya.

Dia menjelaskan, mata tidak didesain untuk menatap langsung ke cahaya. "Mata diciptakan untuk melihat dengan cahaya," katanya.



Penelitian mengenai dampak lampu LED tersebut ia publikasikan dalam jurnal Photochemistry and Photobiology. Ia menyimpulkan bahwa radiasi LED menyebabkan kerusakan pada pigmen sel-sel epitel retina mata.

Mata manusia rata-rata terbuka selama 6.000 jam dalam setahun, dan kebanyakan dari waktu tersebut terpapar oleh sinar dari lampu.

Para ahli juga merekomendasikan agar sinar LED diberikan filter tambahan untuk mengurangi cahaya yang menyilaukan.

Riset yang dilakukan Sanchez-Ramos ini bukanlah yang pertama mengenai keamanan lampu LED. Lampu CFLs (compact fluorescent light bulbs) juga dikritik karena tingginya kadar merkuri dan sinar radiasi ultraviolet yang dipancarkannya.

Lampu LED juga dianggap bertanggung jawab pada perubahan yang terjadi pada benda-benda antik di galeri seni.

Sumber : kompasdotcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar